Peringatan Hari HAM Internasional 2025 di Padang Halaban, Terus Melawan dan Merawat Ingatan

Medan – KontraS Sumut bersama KPA Sumut, Perempuan Hari Ini (PHI), Agrarian Resource Center (ARC), Internasional People Tribunal (IPT 65), Bitra, dan Aksi Kamisan Medan selenggarakan Peringatan Hari HAM Internasional 2025 di Padang Halaban. Tepatnya di Sekretariat Kelompok Tani Padang Halaban Sekitarnya (KTPHS) Rabu, (10/12/2025).

Kegiatan yang bertajuk “Melawan Lupa: Gugatan Rakyat Dari Peristiwa 1965 hingga Pelanggaran yang Masih Berlangsung" bukan hanya dihadiri masyarakat Padang Halaban saja. Ada juga masyarakat sekitaran Padang Halaban dan beberapa mahasiswa dari Labuhan Batu Utara (Labura) yang turut meramaikan peringatan itu.

Selain diskusi publik dan penampilan seni dari rangkaian acara kegiatan terseut, memorialisasi pemasangan tugu nisan korban 1965 menjadi acara utama.  Tugu yang didirikan di Titi Panjang tempat dimana para korban pembantaian dikubur dan dihanyutkan itu sengaja dibangun warga sebagai bentuk pengingat bagi korban pembantaian 1965 di Padang Halaban.

Kata Misno, selaku ketua KTPHS, memorialisasi ini dilakukan sebagai cara kita semua para keluarga korban untuk selalu ingat, melawan lupa dan merawat ingatan terhadap para korban.

“Nisan ini juga didirikan sebagai penanda, jika ingin berkunjung dan berziarah ke Titi Panjang ini, sebab bila memasuki bulan ramadhan para keluarga korban melakukan ziarah kesini.” Katanya.

Dalam proses pemasangan tugu sempat terjadi cekcok antara warga dengan pihak PT Smart. PT Smart mengklaim warga memasuki wilayah konsesi HGU tanpa izin. Padahal menurut warga wilayah tersebut berada di pinggiran Sungai yang tidak termasuk dalam konsesi HGU PT. Smart.

“Ini tidak masuk ke dalam konsesi HGU nya milik PT Smart. Sebab, pinggiran sungai masuk ke dalam DAS (Daerah Aliran Sungai) yang dipergunakan untuk pengairan dan pengaliran sungai, dan tidak boleh ditanami dengan tanaman budidaya Perkebunan.” Tutur Misno.

“kalau yang kami lakukan ini adalah untuk berziarah dan mengenang para keluarga serta saudara-saudara kami dulu yang dihilangkan bahkan dibunuh oleh negara.” Pungkasnya.

Form Pengaduan Online WhatsApp Kontras Sumut Dukung Kami