KontraS Sumut Laksanakan Sekolah Pemuda Pembela HAM Sumut 2024, Wadah Kaderisasi Pembela HAM

Medan – Lebih dari dua dekade memasuki era reformasi, Negara belum menunjukkan kesungguhan untuk melakukan perubahan sistem politik, hukum dan ekonomi kearah yang mengedepankan prinsip Hak Asasi Manusia (HAM).

Hambatan atas kebebasan berpendapat, berekspresi, berkumpul, berserikat, serta mengakses berbagi informasi menunjukkan terjadinya penyempitan ruang sipil. Situasi saat ini mencerminkan perjuangan penegakan dan perlindungan HAM sedang memasuki fase kelam.

Berangkat dari kondisi tersebut, Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS Sumut) berinisiatif mendorong upaya peningkatan kualitas para pembela HAM di Sumatera Utara. Salah satunya dengan melaksanakan kegiatan Sekolah Pemuda Pembela HAM Sumatera Utara yang mengambil tema: “Menguatkan Pemantauan dan Investigasi Pelanggaran HAM”.

Kegiatan Sekolah Pemuda Pembela HAM Sumut 2024 dilaksanan di UPT Mekanisasi Pertanian berlangsung selama 4 hari mulai dari 26 September 2024 hingga 29 September 2024.

Armalia selaku PLT Kordinator KontraS Sumut dalam kata sambutannya mengatakan kegiatan ini memang sengaja diperuntuhkan bagi kawula muda-mudi yang ada di Sumut. 

“Sekolah pemuda pembela HAM ini hadir sebagai wadah kaderisasi yang nantinya akan membantu pemuda untuk lebih dekat mengenal terkait pembela HAM,” tutur Armalia.

Kata Armalia, para pembela HAM di Sumatera Utara, yang saat ini banyak diisi oleh generasi muda, sudah sepatutnya di fasilitasi untuk meningkatkan kualitas mereka agar dapat mengembangkan diri dan terus terlibat aktif dalam memperjuangkan HAM.

”Dalam kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan serta berkomitmen untuk konsisten memperjuangkan HAM,” katanya.

Selain itu, selain sebagai wadah peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam menjalankan aktifitas sebagai pembela HAM. Sekolah pemuda pembela HAM ini jug diharapkan sebagai wadah konsolidasi para pegiat Hak Asasi Manusia di Sumut.

"Kegiatan ini juga sebagai wadah konsolidasi dan berbagai pengetahuan bagi para generasi muda pembela HAM di Sumatera Utara," sambungnya.

Lalu lanjut Armalia, dalam kegiatan ini terdapat lima materi yang difokuskan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menjalankan aktifitasnya sebagai pembela HAM. Pemateri yang mengisi adalah tokoh-tokoh nasional.

“Terdapat lima materi yang difokuskan dalam kegiatan. Kelima materi itu diisi oleh tokoh-tokoh nasional seperti Ahmad Taufan Damanik, Oslan Purba, Majda el Muhtaj, Mustafa Silalahi, dan Muhrizal Syahputra,” jelasnya.

Armalia berharap diadakannya kegiatan seperti ini nantinya para peserta dapat termotivasi serta berkomitmen untuk konsisten memperjuangkan HAM.

Form Pengaduan Online WhatsApp Kontras Sumut Dukung Kami