Gelar Hari Anti Penyiksaan 2026, KontraS Sumut: Polisi Tidak Berbenah, Militer Jadi Aktor Utama

Medan – KontraS Sumut menggelar peringatan hari internasional untuk mendukung korban penyiksaan pada Jumat, 26 Juni 2026 di Lumina Coffee Jl. Terompet No.49, Titi Rantai, Kec. Medan Baru, Kota Medan. Tajuk “praktik penyiksaan di tengah menguatnya militersisme: Polisi tidak berbenah, kini militer jadi aktor utama” diangkat dalam gelaran tersebut.

Dalam kegiatan itu, KontraS Sumut memaparkan data mengenai praktik penyiksaan yang terjadi di Sumatera Utara selama kurun waktu Juni 2025 – Juni 2026. Sepanjang periode itu berdasarkan informasi yang diolah dan diverifikasi oleh KontraS Sumut, sekurangnya terjadi 31 kasus penyiksaan di wilayah hukum Sumatera Utara, yang mengakibatkan 36 orang mengalami luka-luka dan dua orang meninggal dunia.

Data tersebut meningkat signigfikan dari periode sebelumnya. Misal pada periode Juli 2024 - Juni 2025, terdapat setidaknya 17 kasus, mengakibatkan 36 luka-luka dan lima kematian. Data dari Juli 2023 - Juni 2024 menunjukkan setidaknya 12 kasus, sedangkan dari Juli 2022 - Juni 2023 terdapat 14 kasus penyiksaan.

“Dari segi aktor, tercatat 19 orang TNI aktif terlibat dalam melakukan praktik penyiksaan, 9 kasus melibatkan aktor kepolisian, dan masing-masing satu kasus melibatkan petugas keamanan PTPN, pegawai lembaga pemasyarakatan, dan kepala lingkungan,” ujar Adinda zahra Noviyanti Kepala Bagian Operasional KontraS Sumut.

Secara mendalam KontraS Sumut menyoroti keterlibatan TNI aktif di dalam pusaran bisnis perkebunan dan pengelolaan sumber daya alam, yang mana dari keterlibatan TNI tersebut memicu lonjakan kasus penyiksaan yang sangat signifikan di Sumut.

“Keterlibatan aktif TNI ini buntut dari revisi UU TNI yang memperluas kewenangan TNI di dalam ranah sipil.” Sambung Adinda.

Selain paparan data dan diskusi, gelaran itu juga diisi oleh testimoni dari keluarga korban penyiksaan. Serta turut diramaikan juga dengan penampilan dari para pegiat seni. Ada juga beberapa lapakan yang nangkring dalam kegiatan tersebut mulai dari lapakan baca dan beberapa jajakan souvenir seperti kaos serta stiker.

Form Pengaduan Online WhatsApp Kontras Sumut Dukung Kami