KontraS Sumatera Utara yang terbagung dalam Aliansi Masyarakat Sipil Anti Penyiksaan (SIKAP) bekerja sama dengan The Indonesian Human Rights Monitor (Imparsial) melakukan nonton bareng dan bincang santai film “Sang Pembela” perdana. Acara ini dilakukan di Sekretariat Yayasan Bina Keterampilan Pedesaan Indonesia (Bitra) pada 19 Januari 2021.

Acara ini bertujuan menabulasi situasi pembela HAM di Indonesia pada masa pemerintahan Jokowi. Selain itu, mengkonsolidasikan gerakan untuk mendorong pentingnya kebijakan yang berpihak. pada pembela HAM di Indonesia. Serta, saling berbagi dan bertukar pikiran terkait upaya-upaya perlindungan pembela HAM.

Ardi Manto Adiputra (Imparsial) mengatakan adanya peningkatan angka kekerasan terhadap pembela HAM pada masa pemerintahan Jokowi. “Peningkatan tajam ini terjadi beriringan dengan represi terhadap kebebasan sipil dalam berbagai aksi demonstrasi. Maraknya serangan digital yang baru muncul, dan kekerasan yang meningkat terhadap aktivis lingkungan seiring kebijakan pembangunan Jokowi”, ujarnya.

Ardi menambahkan aparat pemerintahan (kepolisian, TNI, dan aparat lain) mengambil porsi besar dari pelaku kekerasan ini. Serangan terhadap pembela HAM juga seringkali mengambil jalur kriminalisasi. Hukum yang seharusnya digunakan untuk menjunjung HAM justru dimanfaatkan untuk mencederai pembelaan HAM.

Film “Sang Pembela” diproduksi oleh Imparsial bersama dengan WatchDoc, bertujuan untuk memperkenalkan konsep pembela HAM kepada publik. Sekaligus mendorong revisi UU HAM untuk memberikan perlindungan normatif kepada mereka